//
you're reading...
Uncategorized

Kumpulan Khotbah

KHOTBAH I :KEPASTIAN DI TENGAH-TENGAH KETIDAKPASTIAN (Yohanes 14:15-31)

I. MEMILIKI KASIH YANG PASTI (15-24)

 Di tengah-tengah banyaknya masalah, kesulitan dan tantangan, sebagai anak-anak Tuhan kita harus tetap memiliki KASIH yang PASTI.
 Anda harus tetap mengasihi Kristus.
 Mengasihi Kristus adalah MELAKUKAN FirmanNya. (15, 21-24)
 Yesus memberikan kepada kita ROH KUDUS; Menolong, menyertai (16-17)
 Seperti Yesus satu dengan Bapa, maka kita harus satu dengan Yesus (19-20, 23-24)
II. MEMILIKI KUASA YANG PASTI (25-26)

 Di tengah-tengah banyaknya masalah, kesulitan dan tantangan, sebagai anak-anak Tuhan kita harus tetap memiliki KUASA yang PASTI.
 KUASA itu berasal dari Roh Kudus (KPR 1:8)
 Kuasa untuk bersaksi.(KPR 1:8)
 Kuasa yang dapat Menguatkan/menghibur (26)
 Kuasa untuk Melakukan Kebenaran (26)
 Kuasa untuk Mengalahkan Setan (Yak 4:7)

III. MEMILIKI PENGHARAPAN YANG PASTI (27-31)

 Di tengah-tengah banyaknya masalah, kesulitan dan tantangan, sebagai anak-anak Tuhan kita harus tetap memiliki PENGHARAPAN yang PASTI.
 Kita diberi DAMAI SEJAHTERA agar tetap berharap. (27)
 Yesus pergi untuk KEMBALI (28-29)
 Yesus sudah melakukan segalanya untuk kita, agar kita tetap berPENGHARAPAN kepada Dia (30-31)
 PENGHARAPAN adalah sauh yang kuat dalam kehidupan kita.

Di Tengah-tengah Ketidakpastian, milikilah Kepastian yang ada di dalam Yesus Kristus, yaitu KASIH, KUASA & PENGHARAPAN yang pasti.
Maka ANDA TIDAK akan
diombang-ambingkan DUNIA ini.
M a r a n a t h a . . .

KHOTBAH II:  BERDAMAI DENGAN ALLAH
I Yohanes 2;1-6

By : Pdt.H. Simanungkalit, M.Th

PENDAHULUAN
• Damai itu indah
• Siapa yang harus berdamai/diperdamaikan dengan Allah

I. KITA HARUS MENDAMAIKAN DIRI KITA DENGAN ALLAH (ay.1-2a)

• Arti : JIka seseorang berdosa ia harus berdamai dengan Allah melalui perantaraan Yesus Kristus agar dia diampuni.
• Jika seseorang berbuat dosa, ada pengantara, Dial ah PENDAMAIAN untuk segala dosa.
• Roma 6:23 : Upah dosa adalah maut
• Yakobus 5:15 : Orang berdosa harus berdoa, maka diampuni
• Mazmur 32:1-2 : Dosa yang diampuni mendaqtangkan kebahagiaan.
• Ay 3-4 : Dosda yang disembunyikan akan mendatangkan penyakit (Bdg Maz 51:10
• Ay 5 : Mengakui dosa mendapat pengampunan.
• Mazmur 51:7 : Kita diperanakkkan dalam dosa
• Ay 18 : Ibadah kita tidak berkenan
• Ay 19 : Ibadah yang berkenan kerpada Allah adalah jiwa yang hancur.

II. KITA HARUS MEMBIMBING ORANG LAIN UTK BERDAMAI DENGAN ALLAH (ay 2b)

• Arti : Setiap orasng percaya harus terbeban untuk membimbing orang yang berdosa berdamai dengan Allah melalui Yesus Kristus.
• Yesus Kristus pemdamaian untuk dosa seluruh dunia.

III. HASIL PENDAMAIAN (ay 3-6)

• Kita MENGENAL Allah (ay 3-4)
# Menuruti PerintahNya
# Jangan Jadi pendusta

• Kita MENGASIHI Allah (ay )
# Menuruti Perintah-perintahNya
# Kita ada di dalam Dia

• Kita HIDUP seperti Kristus Hidup (ay 6 )

KHOTBAH  III: MERAIH KEMENANGAN
1 Samuel 14:1-23

I. KENALILAH SIAPA ALLAH-MU

 Untuk dapat meraih Kemenangan, maka anda harus mengenal siapa ALLAH saudara.
 Besarnya pengenalan anda tentang Allah menunjukkan besarnya KEDEKATAN anda dengan Allah.
 Kedekatan anda kepada Allah menunjukkan hubungan anda dengan Allah adalah BAIK.
 Jonathan meraih kemenangan untuk Israel karena dia mengenal TUHAN dengan baik.
 ay.6 Bagi TUHAN tiada yang SUKAR
 DIA adalah Allah pencipta langit dan bumi.
 DIA adalah Allah yang membelah Laut Mati.
 DIA adalah Allah yang memberi roti Manna selama 40 tahun.
 DIA adalah Allah yang sanggup membuat mujizat.
 DIA Allah yang memberikan Kemenangan bagi umatNya (ay.20)

II. KENALILAH SIAPA SAUDARA

 Untuk dapat meraih Kemenangan, maka anda harus mengenal siapa anda.
 Ditengah himpitan, Jonathan maju berperang dengan penuh keberanian.(ay.1)
 Nama “Jonathan” berarti “TUHAN telah memberi”
 Jonathan tahu dia adalah anak Allah.
 Jonathan tahu dia adalah umat Perjanjian.
 Jonathan tahu dia adalah umat Pemenang.

III. KENALILAH MUSUH ANDA

 Untuk dapat meraih Kemenangan, maka anda harus mengenal siapa MUSUH anda.
 Jonathan mengenal siapa musuhnya.
 Musuh adalah apa saja yang menginginkan kehancuran anda.(dunia, daging, Iblis).
 Musuh harus dilawan (1 Petrus 5:8; Yak 4:7)
 Putuskan segala hubungan dengan lawan, agar anda jangan dihancurkannya.
 Jonathan tidak kompromi dengan musuhnya (14, 20)

Marilah kita Raih Kemenangan
dalam kehidupan kita sehari-hari
untuk Kemuliaan Bapa Surgawi.

KHOTBAH  IV: PERLINDUNGAN DALAM DARAH YESUS
(The Blood of Jesus Protects)
Yohanes 19:31-37

I. OLEH DARAH-NYA KITA BEROLEH PENEBUSAN & PENGAMPUNAN DOSA (Ef 1:7)

 Hidup manusia berada dibawah kutuk DOSA.
 DOSA membawa penderitaan, kesusahan bahkan maut.
 Tuhan Yesus bukan pemburu dosa.
 Tidak ada yang dapat membebaskan kita dari dosa, kuasa dosa bahkan kutuk dosa selain DARAH YESUS.

II. OLEH DARAH-NYA KITA MEMPEROLEH KESEMBUHAN
(1 Petrus 2:24)

 Dosa menyebabkan manusia jatuh ke dalam sakit-penyakit.
 Penyakit manusia semakin aneh.
 Penyakit juga dipakai untuk menyatakan kuasa Allah.
 DARAH YESUS sanggup membebaskan kita dari segala penyakit.

III. OLEH DARAH-NYA KITA DITEBUS DARI CARA HIDUP YANG
SIA-SIA (1 Petrus 1:18-19)

 Apakah anda masih terikat/terbelenggu oleh berbagai keterikatan?
 Apakah ada orang-orang yang anda kasihi sekarang sedang tertawan oleh Iblis yang terus mencoba untuk menghancurkan mereka?
 Yang Anda butuhkan DARAH YESUS!

IV. OLEH DARAH-NYA KITA DIBEBASKAN UNTUK DATANG
BERIBADAH (Ibr. 10:19-20)

 DARAH-NYA membuka Jalan Baru dan Hidup untuk kita dapat menghampiri Allah.
 DARAH-NYA yang memungkinkan kita dapat beribadah kepada Allah.
 Tidak ada yang dapat mengantar kita kepada Allah selain Darah Yesus.
 Apakah anda masih terikat, sehingga malas beribadah? Yang anda butuhkan adalah DARAH YESUS.

Mintalah Perlindungan/Proteksi Dalam Darah Yesus,
maka anda akan Dilindungi dan Dimerdekakan!

KHOTBAH  V: OKULTISME (Dunia GAIB/MISTERIUS)

APAKAH OKULTISME?

 Bentuk Okultisme yang Biasa Ditemui dalam Masyarakat
 Dosa Melalui Okultisme
 Perbedaan Okultisme dan Kuasa Allah
 Sasaran Utama Okultisme

PENDAHULUAN

 Iblis memakai manusia untuk merusak kehidupan dunia
 Orang yang meremehkan kelicikan iblis seringkali terkecoh dengan strategi iblis.
 Dua Kerajaan:
- Kerajaan Iblis àdibangun di dunia setelah pemberontakan dan
kejatuhannya.
- Kerajaan Allahà pusat pemerintahanNya di surga.

 Kekuatan iblis à meniru pekerjaan Tuhan, tetapi menyesatkan.

“Mengungkapkan pekerjaan iblis = mengungkap tipu muslihatnya”

 Kita perlu mengenali iblis dan menghadapinya dengan hikmat dan kuasa Allah

Okultisme

 Occultus (latin) : tersembunyi, rahasia, gaib, misterius, gelap atau kegelapan.
 Tipe Okultisme:
1. lunak: takhyul,ramalan (astrologi, palmistri, spiritisme, astormantik,chromancy, geomancy)
2. Keras: sihir putih dan sihir hitam, seperti pelet, gendam, tenung, santet, satanisme, dan tenaga dalam.
 Okultisme dapat ditemui di seluruh dunia.

Bentuk Okultisme yang Biasa Ditemui dalam Masyarakat

A. Takhyul: kepercayaan yang tidak beralasan berasal dari rekayasa iblis dan manusia

B. Ramalan Nasib:
1. Astrologi: gabungan antara ilmu astronomi dengan ilmu ramal.
2. Ramalan melalui benda-benda.
3. Ramalan menggunakan telapak tangan.
4. Ramalan Astromantik: untuk meramalkan situasi yang terjadi dalam suatu negeri berdasarkan bintang yang kelihatan.
5. Ramalan tongkat, pendulum (digunakan filsuf-filsuf Yunani untuk memilih nama Kaisar yang akan memerintah, dan bola kristal.
6. Chronomancy
7. Geomancy
8. Permainan Jailangkung (Quijia)

C. Jimat dan perhiasan
D. Benda-benda aneh untuk kekuatan magis Magic, sihir,
atau tenaga dalam
F. Kekebalan tubuh
G. Mengendalikan pikiran orang lain
mengendalikan dengan ilmu pelet, pengasihan, sihir atau
hipnotis sehingga pikiran dan kesadaran seseorang
dikendalaikan iblis/jimat-jimat yang diberi mantera
khusus oleh dukun.
H. Yoga
I. Necromancy atau spiritisme
Komunikasi dengan roh-roh jahat melalui mediumik
(dukun atau perantara)

Dosa Melalui Okultisme

 Okultisme sangat dibenci Tuhan karena telah berpaling dari Penciptanya dan mengarahkan pandangan pada ajaran setan (Kel.20:3-5)
 Imamat 20:6
“Orang yang berpaling kepada roh-roh peramal, yakni yang
berzinah dengan bertanya kepada mereka. Aku sendiri
akan menentang orang itu dan melenyapkan dia di tengah-
tengah bangsanya.”

 Mantera-mantera jahat (ayat-ayat setan) yang diajarkan roh jahat melalui dukun-dukun adalah:

1. mantera menyakiti orang melalui media boneka (Cruciatus curse)
2. Mantera untuk berubah wujud dan sifat menjadi hewan (Animagus)
3. Mantera untuk mengutuk orang lain (Accio)
4. Mantera tenung atau santet yang membuat korban mati (Adava Kadavra)
5. Mantera untuk berubah wujud menjadi serigala (Homorphus Charm)
6. Mantera untuk menggerakkan benda mati atau alat santet (Mobiliarbus)
7. Mantera untuk menarik lawan jenis yang dikehendaki (Chajati Nasrum)
8. Mantera untuk memberi kekuatan dan kekebalan fisik (Shahuvala)
9. Mantera untuk membutakan mata dan membingungkan orang atau gendam
10. Mantera untuk menidurkan orang (ilmu sirep) supaya
dapat mencuri
11. Dan lain-lain
Perbedaan Okultisme dan Kuasa Allah

No Perbedaan Okultisme Kuasa Tuhan
1 Hati Seenaknya sendiri Taat Firman Tuhan
2 Kehendak Iblis Tuhan
3 Daging Boleh dituruti Dimatikan
4 Jalan Lebar Sempi
5 Nafsu Bebas Dikendalikan
6 Rohani Terbelenggu Bebas/merdeka
7 Tabiat Lama Lahir baru
8 Golongan Terbelenggu Anak Allah
9 Kesukaan Sekarang Sekarang&akan datang
10 Kuasa Terbatas Tidak terbatas

Sasaran Utama Okultisme

1. Anak-anak yang masih labil jiwanya
2. Orang yang membuka dirinya bagi roh jahat
3. Orang yang dikuasai kebencian dan kenajisan
4. Orang-orang yang terkenal dalam masyarakat
5. Pemimpin-pemimpin jemaat yang buta rohani
6. Pemimpin-pemimpin bangsa

PINTU MASUK KUASA GELAP

 Melalui Pikiran dan Hati Nurani
 Iblis Memasuki Pikiran dan Hati Orang, bahkan hati orang Percaya
 Tahapan Masuknya Okultisme

Melalui Pikiran dan Hati Nurani

 Pertama kali menjatuhkan manusia, iblis menyerang melalui pikiran terlebih dahulu

 “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetian yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” (2 kor.11:3)

Iblis Memasuki Pikiran dan Hati Orang Percaya

A. Orang yang memberi tempat bagi iblis
B. Orang yang undur dari Tuhan
C. Orang yang berbuat dosa
D. Orang yang kembali pada kehidupan lama

Tahapan Masuknya Okultisme

A. Menerima kebenaran palsu
B. Mencari jalan keluar melalui okultisme
C. Kehilangan damai sejahtera Allah
D. Tetap memiliki kehendak bebas
E. Memasuki okultisme tingkat pemula
F. Memiliki kemampuan yang lebih besar
G. Kepenuhan roh jahat
H. Dikuasai iblis secara jasmaniah-rohaniah

PERTUMBUHAN OKULTISME MELALUI BUDAYA DAN TRADISI
 Tarian Tradisional dan Kebudayaan
 Upacara-upacara Adat

Tarian Tradisional dan Kebudayaan
A. Tarian penghormatan ilah dan kanibalisme
B. Tarian peperangan
C. Tarian memanggil hujan
D. Tarian naga atau
singa dan dewa
berkat

Upacara-upacara adat
Upacara sebelum dan sesudah melahirkan
Upacara perkawinan adat
Upacara kematian
Upacara membangun rumah
Pesta-pesta rakyat

MEMATAHKAN KUASA OKULTISME
 Dasar-dasar Pelayanan Demonis
 Langkah-langkah Pelayanan Demonis

Dasar-dasar Pelayanan Demonis

 Mar.16:15-17
 Ibr.2:14
 1 Yoh.4:4
 Yak.4:7
 Bil.23:23
 Kis.19:19

Markus 16:15-17
 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.

Ibrani 2:14
 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut.

1 Yohanes 4:4
 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia

Yakobus 4:7
 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu!

KHOTBAH  VI: IMAN YANG DIGERAKKAN OLEH TUJUAN
Lukas 11:33-36

Introduksi

 Pelita = terang = mata = visi = tujuan
 Hidup setiap orang harus memiliki Tujuan
 Terlebih sebagai anak-anak Tuhan
 Hidup tanpa TUJUAN, dapat digambar kan seperti tubuh tanpa mata.
 Tuhan menentukan hidup kita agar memiliki Tujuan.

Bagaimana IMAN yang digerakkan dengan TUJUAN ?

I. TUJUAN MENJADIKAN IMAN KITA MENJADI LEBIH BAIK (33-34)

 Iman kita akan menjadi lebih baik jika memiliki Tujuan.
 Banyak orang memiliki iman tapi tidak memiliki tujuan.
 Tujuan adalah visi yang harus dicapai.
 Iman tanpa Tujuan digambarkan seperti tubuh tanpa mata (ay.34)
 Iman tanpa Tujuan digambarkan seperti lampu yang diletakkan dibawah tempat tidur. (ay.33)

II.TUJUAN MENJADIKAN IMAN KITA BERGUNA BAGI ORANG LAIN (35)

 Tujuan adalah terang yang dapat dinikmati oleh orang lain.
 “…perhatikan…” ay.35 = usahakan.
 “…terang” jangan jadi “kegelapan”.
 Teladan jemaat Tesalonika (1 Tes)
 Tujuan harus bersumber dari Tuhan.
 Iman Tujuan yang benar akan menjadi sandungan bagi orang lain.

III. TUJUAN MENJADIKAN IMAN KITA BERSINAR BAGI KEMULIAAN
TUHAN (36)

 Iman akan bersinar bagi kemuliaan Tuhan jika memiliki Tujuan.
 Tujuan adalah terang yang memim- pin seseorang kepada rencana Allah.
 Tujuan akan membuat iman anak-anak Tuhan bersinar mengalahkan kegelapan (ay.36).
 Iman tanpa tujuan seperti lampu yang tidak bercahaya.

KHOTBAH  VII: PILIHAN YANG DIDASARKAN PADA
IMAN YANG BENAR
(Ibrani 11:23-29)

I..LEBIH MEMILIH TAKUT PADA TUHAN DARI PADA MANUSIA (23)

 Pilihan yang didasarkan pada iman yang benar adalah lebih memilih takut pada Tuhan dari pada takut pada manusia.
 Karena iman… ayat 23a.
 Iman orang tua Musa menyelamatkan Musa. ay.23b.
 Takut akan Tuhan Vs perintah Firaun (Kel 1:22)
 Resiko memang besar tapi takut akan Tuhan adalah prioritas.
 Masa depan Musa telah diselamatkan oleh PILIHAN yang tepat.

II. LEBIH MEMILIH HIDUP UNTUK TUHAN MESKIPUN MENDERITA (24-26)

 Pilihan yang didasarkan pada iman yang benar adalah lebih memilih hidup untuk Tuhan daripada untuk dunia meskipun harus menderita.
 …menolak disebut anak putri Firaun ayat 24.
 Lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah.25
 Penghinaan karena Kristus adalah Kekayaan yang lebih besar. ay.26.
 Pilihan ini sangat bodoh menurut pandangan dunia.
 Musa telah diberkati TUHAN dengan pilihannya yang sangat kontraversial.

III. LEBIH MEMILIH BERTINDAK DENGAN IMAN DARI PADA HIDUP     DALAM KEKUATIRAN (27-29)

 Pilihan yang didasarkan pada iman yang benar adalah lebih memilih betindak dengan iman dari pada hidup dalam ketakutan dan kekuatiran.
 Hidup berdasarkan janji Tuhan (27).
 Hidup dalam ibadah yang benar (28).
 Hidup dipercaya Tuhan untuk melakukan perkara-perkara besar (29).
 Orang yang menaruh pilihan yang salah akan mengalami kehancuran dalam hidupnya.

KHOTBAH  VIII: IMAN YANG MEMBAWA KEMENANGAN
(1 Samuel 17:40-58)

I. IMAN YANG BERFOKUS PADA TUHAN KETIKA
MENGHADAPI PERSOALAN (40-44)

• Iman yang membawa kepada kemenangan adalah iman yang
memandang hanya kepada TUHAN, ketika menghadapi persoalan.
• Daud menghadapi persoalan yang sangat berat (4-7)
• Daud tidak berfokus kepada besarnya persoalan yang dihadapinya.
• Persoalan dpt mengecilkan perasaan kita bahkan iman kita. (41-44)
• Daud tidak memandang ketidakmampuannya (42b).
• Daud tidak memandang keterbatasan keberadaannya (40).
• Kemenangan Daud disebabkan karena dia hanya memandang
kepada TUHAN yang Mahakuasa.

II. IMAN YANG TETAP MENGANDALKAN TUHAN
DALAM MENGHADAPI PERSOALAN (45-46)

 Iman yang membawa kepada Kemenangan adalah Iman
yang tetap mengandalkan TUHAN dalam menghadapi
persoalan.
 Daud memiliki saudara yang perkasa (12-15)
 Daud memiliki kawan sebangsa (24-25)
 Daud adalah orang taat kepada Tuhan dan setia
beribadah (1 Sam 16:7).
 Daud menghadapi Goliat dengan nama TUHAN (45)
 Daud memiliki IMAN membawa dia kepada
Kemenangan (46)

III. IMAN YANG SELALU MEMPERKATAKAN TUHAN
DI SAAT KESULITAN DATANG (47)

 Iman yang membawa kepada kemenangan adalah Iman
yang selalu memperkatakan tentang TUHAN
meskipun saat ada persoalan berat.
 Dengan Iman, Daud yakin bahwa Tuhan pasti
menyelamatkan mereka. (47a)
 Daud yakin Tangan TUHAN berkuasa memberi
Kemenangan. (47b)
 Tidak ada Kemenangan tanpa pengakuan akan Tuhan.

Pastikan Iman saudara adalah Iman yang membawa saudara kepada Kemenangan.
Amin.

KHOTBAH  IX: PERTUMBUHAN IMAN SEBAGAI KUNCI KEKUATAN
Habakuk 3:1-19

Pendahuluan

 Situasi yang sulit dapat membuat kita menjadi lemah.
 Bahkan tidak jarang anak-anak Tuhan semakin jauh
dari Tuhan karena situasi yang sulit.
 Hal ini yang dialami orang Yehuda pada jaman nabi
Habakuk.
 Bahkan nabi Habakuk sendiri nyaris menjadi lemah
dan terseret dalam kehancuran iman.

 Dalam siatuasi yang sulit kita masih dapat memperoleh
KEKUATAN
 Kekuatan kita peroleh melalui pertumbuhan Iman yang
baik.
Persoalannya ialah :
Bagaimana kita dapat meningkatkan IMAN kita ?

I. PERTUMBUHAN IMAN, KITA PEROLEH JIKA KITA LEBIH BANYAK MENDENGAR TUHAN (1-3)

 Kekuatan dapat kita peroleh melalui pertumbuhan iman yang kita
dapatkan jika kita lebih banyak mendengar TUHAN.
 Habakuk lebih banyak mendengar TUHAN daripada mendengar situasi
yang sangat sulit (ay.2 bdg Pasal 1-2)
 Mendengar Tuhan Yang Mahakudus yang memberi pertolongan (ay.3)
 Banyak orang Kristen lebih banyak mendengar media (tv, radio, internet)
apa kata orang (isu, gosip, filsafat), yg lebih cendrung melemahkan iman.
 Jika kita ingin memperoleh pertumbuhan iman, kita harus lebih banyak
mendengar Tuhan; melalui BERDOA dan Firman Tuhan)

II. PERTUMBUHAN IMAN DAPAT KITA PEROLEH JIKA KITA LEBIH BANYAK MELIHAT TUHAN (4-16)

 Kekuatan kita peroleh melalui pertumbuhan iman yang
kita dapatkan jika kita lebih banyak melihat Tuhan.
 Melihat kemuliaan Tuhan (ay. 4-6)
 Melihat keadilan Tuhan (ay. 7-8, 12-16)
 Melihat Keajaiban Tuhan (ay. 9-11)
 Banyak orang Kristen lebih banyak melihat hal-hal
duniawi daripada melihat Tuhan.
 Jika kita ingin memiliki pertumbuhan iman maka kita
harus lebih banyak melihat Tuhan.

III. PERTUMBUHAN IMAN, KITA PEROLEH JIKA KITA LEBIH BANYAK MEMPERKATAKAN TUHAN (17-19)

 Kekuatan kita peroleh melalui pertumbuhan iman yang kita dapatkan jika kita lebih banyak mengakui Tuhan.
 Nabi Habakuk sampai pada pertumbuhan iman yang paling dasyat.
 Sekalipun ladang-ladang gagal (ay.17a)
 sekalipun ternak gagal (ay.17b)
 Meskipun keadaan semakin sulit, namun dia tetap memuliakan TUHAN. (ay. 18-19)
 Kita harus lebih banyak memperkatakan Tuhan dalam kehidupan kita agar iman kita semakin bertumbuh.

Tingkatkanlah IMAN saudara agar saudara selalu memperoleh kekuatan
dalam situasi bagaimanapun.

KHOTBAH  X: IMAN YANG MENENTUKAN KADAR BERKAT KITA

Matius 15:21-28

Pendahuluan

 Setiap orang ingin menerima berkat.
 Untuk menerima berkat, kita harus beriman, sebab tanpa beriman Allah tidak menemukan alamat untuk mengirim berkat-berkatNya.
 Dalam teks kita hari ini seorang ibu Kanaan menerima berkat yang ia inginkan.
 Iman bagaimanakah yang membawa kita kepada berkat-berkat TUHAN.

I. IMAN YANG MAMPU MENGENAL ALLAH (21-25)

 Iman yang menentukan berkat adalah iman yang mampu mengenal Allah (ay 21-25)
 Wanita ini menyebut Tuhan Yesus “Anak Daud (ay 21)
 Ia menyebut Dia “Tuhan” (ay 25)
 Pengenalannya akan Tuhan Yesus menghalaukan segala rintangan.
 Iman wanita ini didasarkan pada pengenalan tentang Tuhan Yesus.
 Iman seperti inilah yang memberkati dia

II. IMAN YANG MAMPU MEMAHAMI FIRMAN ALLAH (24-27)

 Iman yang menentukan berkat adalah iman yang mampu memahami firman Allah.
 Perempuan ini memahami Firman yang keluar dari mulut Tuhan Yesus.
 Ia tahu bahwa Tuhan Yesus datang hanya bagi orang Yahudi (ay.24)
 Ia tahu bahwa ia seperti seekor anjing (ay 26- 27).
 Imannya bertumbuh karena memahami Firman Tuhan.

III. IMAN YANG MAMPU MENGATASI SEGALA RINTANGAN (22, 23)

 Iman yang menentukan berkat adalah iman yang mampu mengatasi segala rintangan.
 Ada beberapa rintangan yang dihadapi:
1. Ia bukan orang Yahudi (ay 22)
2. Tuhan tidak menjawab jeritannya (23a)
3. Murid-murid menyruh dia pergi (23b)
4. Permohonanya ditolak (26)
 Namun dia punya tekad untuk menye lesaikan masalahnya

IV. IMAN YANG DIWUJUDKAN DALAM DOA (22,25)

 Iman yang menentukan berkat adalah iman yang diwujudkan dalam doa.
 Ia berkata: “kasihanilah aku” (ay 28)
 Ia tetap berkata: “Tuhan tolonglah aku” (25)
 Tidak ada masalah yang tidak dapat
diselesaikan oleh Allah, kalau kita
senantiasa berdoa (Yer 33:3)
 Iman wanita ini bertumbuh, karena
mengandalkan Tuhan

Pastikan bahwa IMAN yang saudara miliki adalah
iman yang menentukan saudara diberkati TUHAN

KHOTBAH  XI: IMAN YANG MEMULIHKAN KEADAAN
(Markus 10:46-52)

PENDAHALUAN

 Kita sedang berada dalam keadaan yang serba sulit.
 Setiap orang ingin agar keadaannya semakin lebih baik.
 Sebagai anak-anak Tuhan/orang Kristen, kita mampu memulihkan keadaan kita.
 Yaitu dengan IMAN kepada Tuhan Yesus Kristus !

Persoalanya ialah:
IMAN yang Bagaimana yang mampu memulihkan keadaan kita ???

I. IMAN YANG TERUS BERTUMBUH KARENA MENDENGAR FIRMAN TUHAN (46-47)

 Iman yang mampu memulihkan keadaan adalah IMAN yang terus bertumbuh karena mau selalu mendengar Firman Tuhan.
 Roma 10:17, Iman timbul dari mendengar Firman Kristus.
 Prioritas kita adalah Mendengarkan firman Tuhan melalui khotbah, kaset khotbah, renungan, sharing)
 Tanpa mau mendengar firman Tuhan, kita tidak dapat beriman kepada Tuhan.
 Bartimeus mendengar tetntang Yesus, maka bangkitlah Imannya (ay. 47)
 Keadaan Bartimeus sangat sulit yaitu buta sejak lahir.

II. IMAN YANG SELALU BANGKIT DAN TIDAK MAU MENYERAH (48-49)

 Iman yang mampu memulihkan keadaan adalah iman yang selalu bangkit dan tidak mau menyerah pada keadaan.
 Iman Bartimeus yang membuat ia bangkit dan tidak mau menyerah kepada persoalannya yang berat.
 Ay.48 menjelaskan bahwa ia tidak mau kalah dengan persoalannya dan rintangan yang dihadapinya.
 Ay.49 menjelaskan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan orang yang beriman kepadaNya.

 Untuk sesuatu PEMULIHAN, maka kita mengubah pusat perhatian: bukan kepada diri sendiri tapi kepada Tuhan.
 Jangan pasrah dengan keadaan tapi ber-IMAN kepada Yesus yang sanggup MENOLONG.
 Sekalipun menghadapi hambatan tetapi tetap datang pada Yesus.

III. IMAN YANG BERMENTAL MENANG (50-51)

 Iman yang memulihkan adalah IMAN yang bermental MENANG, mau meninggal statusnya yang KALAH, SULIT, TERTINGGAL, dan SUKA MENYERAH.
 Bartimeus punya iman yang menang, ia meninggalkan statusnya sebagai pengemis yang buta.
 Dia datang kepada Tuhan Yesus Sang Pengubah.
 Permohonannya kepada Yesus ialah PEMULIHAN (bukan uang, harta)
 Ay 52 Bartimeus mengalami Pemulihan karena dia punya iman yang mau BANGKIT dan MENANG.

Pastikanlah bahwa iman yang saudara miliki adalah iman
yang mampu memulihkan keadaan saudara
amin !

KHOTBAH  XII: JAMINAN DALAM TANGAN TUHAN
(Yohanes 10:28-29)

PENDAHULUAN

Hidup kita memerlukan tuntunan Tangan Tuhan.
Hidup yang kita jalani terlalu berat untuk kita lalui.
Tanpa Tangan Tuhan kita akan sering terjatuh.
Bagaimana rupanya kehebatan Tangan Tuhan itu ?

I. PEMELIHARAAN TUHAN

Arti, Tangan Tuhan menjelaskan tentang pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.
Tangan Tuhanlah yang menciptakan langit dan bumi.
Tangan Tuhanlah yang empunya langit dan bumi serta isinya.
Tangan Tuhanlah yang membentuk hidup kita.
Tangan Tuhanlah yang menyediakan segala yang kita perlukan.
Tangan Tuhanlah memelihara hidup kita.

II. PERLINDUNGAN TUHAN

Arti, Tangan Tuhan menjelaskan ttg Perlindungan Tuhan atas diri kita.
Tangan Tuhan-lah yang melindungi segala ciptaan dari kehancuran yang
dilakukan oleh Setan.
Tangan Tuhan-lah yang melindungi Nuh dari kebinasaan air bah.
Tangan Tuhan-lah yang melindungi bangsa Israel 40 tahun di padang gurun.
Tangan Tuhan-lah yang melindungi bangsa Israel dari serangan bangsa lain.
Tangan Tuhan-lah yang melindungi kita sampai ke sorga.

III. HADIAH YANG BERHARGA

Arti, hidup kita adalah hadiah yangberharga yang dipersembahkan Bapa kepada
Yesus Kristus.
Tidak ada yang dapat mengambil hidup kita dari tangan Tuhan Yesus. (ay. 18,
28, 29)
Kita diperlengkapi untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan besar.
Tuhan Yesus sudah memberikan segalanya kepada kita. (ay. 17), lebih dari
segalanya (ay 29a)

Pastikan bahwa Saudara Berjalan dalam Genggaman Tangan Tuhan
Yang Maha Kuasa dan Berlimpah Berkat

KHOTBAH  XII: HIDUP BERSAMA YESUS
Markus 4:35-40

PENDAHULUAN

Ada banyak tanggapan orang tentang “Hidup bersama Yesus”
Ada banyak orang enggan untuk hidup bersama Yesus.
Namun selalu ada orang mau Hidup Bersama Yesus.
Bagaimana “Hidup Bersama Yesus” menurut Markus 4:35-40 ?

I. Bersama yesus, tidak berarti lepas dari persoalan (35-37)

Keputusan kita untuk Hidup Bersama Yesus adalah keputusan untuk siap menghadapi persoalan, tantangan hidup.
ay.35 Yesus mengajak murid-murid menyeberang Danau Galilea.
ay.36 banyak perahu lain ikut menyertai.
ay.37. Topan dan ombak yang dasyat menyerang.
Hidup bersama Yesus tidak berarti kita lepas dari persoalan hidup.

ii. Bersama yesus berarti harus mengenal dia dengan benar (38-41)

Keputusan kita untuk hidup bersama Yesus, artinya kita harus mengenal Dia dengan benar.
ay.38 Murid-murid bertanya dengan meragukan kepedulian Tuhan Yesus.
ay. 40 Yesus bertanya tentang reaksi mereka terhadap persoalan.
ay.41 Murid-murid masih terheran-heran tentang “siapa Yesus itu?”
Hidup Bersama Yesus berarti kita harus Mengenal Dia dengan benar.

III. BERSAMA YESUS PASTI SELALU ADA KEMENANGAN (39)

Hidup bersama Yesus adalah hidup yang selalu berkemenangan.
ay.39 Yesus adalah Allah yang berdaulat atas :
 alam semesta.
 badai, topan kehidupan kita.
Yesus tidak mungkin mau, melihat kita binasa (seperti yang dipertanyakan murid2)
Meskipun sepertinya Yesus tidak bekerja, tapi Dia tidak pernah melepaskan kita dari pandanganNya (38a)
Hidup bersama Yesus adalah memilih untuk hidup Berkemenangan.

Pastikan Bahwa Saudara Sedang Berjalan Bersama Yesus
yang Dapat Memberi Kemenangan Setiap Saat.

Cynthia Kaliber

KHOTBAH  XIII: TUJUH KEJAHATAN LIDAH
Mazmur 34:14-15

1. LIDAH YANG SUKA BERDUSTA

Amsal 6:16-17 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hatiNya: mata sombong, lidah dusta, tangan yan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah
Kekejian berasal dari kata to’ebah menunjuk kepada sikap hati Tuhan terhadap umatNya yang suka jatuh ke dalam dosa Berhala.
Berdusta kepada Tuhan.
Berdusta kepada sesama
Berdusta kepada diri sendiri
Amsal 10:13, Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat.

2. LIDAH YANG MENGHANCURKAN HATI

 Amsal 12:18 Ada orang yang lancing mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang
bijak mendatangkan kesembuhan.
 Mulut/lidah seperti tikaman adalah lidah yang suka menyerang orang lain.
 Suami suka menyerang isteri dengan lidahnya.
 Isteri suka menyerang suami dengan lidahnya.
 Atasan menyerang bawahannya dengan kata-katanya.
 Orang tua menyerang anak-anaknya dengan lidahnya.
 Anak-anak menyerang orang tua dengan lidahnya.
 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah.

3.LIDAH YANG MENGUTUK

 Roma 3:13-14 Kerongkongan mereka seperti kubur yang mengaga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
 Kata mengutuk berasal dari kata “damn” (damnition), adalah keadaan yang mengerikan yang dialami seseorang yang dijatuhi hukuman kekal.
 Apa kata Rasul Yakobus.
 Lidah yang memuntahkan kutuk menyebabkan keburukan kepada yang memperkatakannya dan yang dikutukinya.

4. LIDAH YANG SUKA GOSIP

 Imamat 19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
 Hanya ada satu yang sama sulitnya dengan menyatukan telur yang sudah pecah, yaitu tidak menyebarkan gosip.

5. LIDAH YANG TERBIASA BERTENGKAR

 Amsal 21:19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
 Ada 2 ciri orang yang suka bertengkar:
1. Tidak pernah merasa dirinya bersalah.
2. Selalu ingin menjadi penutup pembicaraan
 Tuhan tidak berkenan pada kepintaran kita berdebat, tetapi pada kepiawaian kita
membangun hubungan harmonis.
6. LIDAH YANG BERKATA SIA-SIA

 Matius 12:35-37 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.“

 Ada 3 jenis perkataan sia-sia.
1. Perkataan yang kotor (Efesus 4:29)
2. Perkataan yang kosong. (1 Samuel 2:3)
3. Perkataan yang sembrono. (Keluaran 20:7)

 Lidah bisa membuat kita intim dengan Bapa, tetapi juga berpeluang memisahkan kita dari Dia untuk selamanya.

7. LIDAH YANG MENIMBULKAN PERPECAHAN

 Amsal 6:12-15, Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup
dengan mulut serong, 13 yang mengedipkan matanya, yang
bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, 14 yang hatinya
mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan
kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. 15 Itulah
sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia
diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

 Yakobus 4:1 hawa nafsu yang berjuang dlm tubuh penyebab pertengkaran.
 Titus 3:9-11, menghindari pertengkaran.
 Lidah yang damai mendatangkan sahabat-sahabat yang setia dan selalu merindukan
kehadiran kita.

Pastikan kita tidak terjerat pada Kejahatan Lidah

KHOTBAH  XIV: ORANG BERIMAN TAK TERKALAHKAN
(Roma 8:31-39)

PREPOSISI
Banyak anak Tuhan yang kalah dalam peperangan iman, mundur sebelum sampai pada garis akhir.
Kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus mengatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dalam Yesus Kristus adalah orang yang tak terkalahkan.
Karena Allah berada dipihak mereka.

Simak tiga alasan yang diungkapkan rasul Paulus:
Mengapa orang beriman tidak terkalahkan ?

I. ORANG BERIMAN TIDAK TERKALAHKAN, KARENA ALLAH MENYERTAI MEREKA (31)

Banyak janji Allah dalam Alkitab yang menggambarkan penyertaanNya bagi kita.
Allah ada dipihak kita, siapa yang akan melawan kita (ayat 31).
PenyertaanNya melebihi penyertaan seorang ibu (Yer 49:15)
Penyertaan Allah menguatkan kita (Maz 37:24)
Allah berada dalam segala hal yang dihadapi umatNya (33-34)

II. ORANG BERIMAN TAK TERKALAHKAN, KARENA RAHMAT DAN
ANUHERAH ALLAH MENYERTAI MEREKA (32)

Mereka ditebus dengan harga yang mahal (ay 32a)
Sesuatu yang mahal Allah berikan yaitu AnakNya sendiri (32).
Apapun keperluan mereka adalah tanggungjawab Allah “…segala sesuatu” (ay 32)

III. ORANG BERIMAN TAK TERKALAHKAN, KARENA MEREKA ADALAH PUSAT PERHATIAN ALLAH (37-39)

Kasih Allah lebih kuat dari kuasa maut (38a)
Kasih Allah lebih kuat dari siapapun yang hidup (38b)
Kasih Allah lebih kuat dari kuasa malaikat (38c).
Kasih Allah lebih kuat dari kuasa pemerintah kapanpun (38d).
Kasih Allah lebih kuat dari segala kuasa yang ada di atas maupun di bawah
(39a).
Kasih Allah lebih kuat dari makhluk manapun (39b)

Pastikan Bahwa saudara menjadi Orang Beriman
yang Tak Terkalahkan oleh apapun juga.

KHOTBAH XV: KASIH ADALAH HUKUM YANG TERBESAR DALAM KELUARGA (1 Korintus 13:13)

PENDAHULUAN

Allah memberikan hukum untuk mengatur umatNya baik secara pribadi, keluarga dan bermasyarakat. (bdg 2 Taw 7:14)
Dan hukum yang terbesar adalah kasih (Matius 22:37-39).
Jika keluarga mempraktekkan kasih, maka setiap anggota keluarga akan terdorong dan dikuatkan.
Setiap anggota keluarga merasa aman berada di dalam rumah.
Kasih adalah Hukum yang terbesar dalam keluarga.

I. KEUNGGULAN KASIH DI DALAM KELUARGA (1-3)

Kasih lebih unggul dari fasih lidah (ay.1)
Kasih lebih penting dari pengetahuan dan kemampuan akal (ay.2).
Kasih membuat iman lebih berarti (ay.2).
Kasih memotivasi tindakan kebajikan (ay.3)

II. SIFAT KASIH DI DALAM KELUARGA (4-8)

Kasih itu Sabar (ay.4)
Kasih itu murah hati (ay.4).
Kasih itu tidak cemburu (ay.4)
Kasih itu tidak sombong (ay.4)
Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan (ay.5)
Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri (ay.5)
Kasih itu tidak pemarah (ay.5)
Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (ay.5)
Kasih itu tidak bersukacita karena ketidakadilan (ay.6)
Kasih itu menutupi segala sesuatu (ay.7)
Kasih itu percaya segala sesuatu (ay.7)
Kasih itu mengharapkan segala sesuatu (ay.7)
Kasih itu tidak berkesudahan (ay.8)

KASIH adalah PERMATA yang indah
dalam sebuah keluarga,
ia bukan saja memberi KEINDAHAN
TAPI menjadi bahan yang KUAT
untuk MEMBANGUN keluarga Bahagia

KHOTBAH  XVI: “MENJADI ORANG KRISTEN DALAM KELUARGA SENDIRI” (Kisah Para Rasul 11:19-26)

Pendahuluan

Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen adalah pengikut Yesus Kristus.
Bukti bahwa kita adalah pengikut Yesus yang setia, bukan saja ditandai dengan rajin ke gereja, aktif dalam pelayanan, dan setia memberi untuk memperluas Kerajaan Allah,
Tetapi ditandai oleh sikap kita sehari-hari di dalam keluarga, di rumah kita sendiri.

Bagaimana kita layak disebut orang Kristen, Di dalam Keluarga sendiri ?

I. MENUNTUT KITA BERIMAN (19-21)

Menjadi orang Kristen dalam keluarga kita sendiri menuntut kita beriman kepada Tuhan Yesus.
Iman yang sejati akan menyatukan kita dengan Yesus.
ayat 20-21 banyak orang (Yahudi, Siprus, Kirena,) berbalik kepada Tuhan
Iman yang sejati akan membawa keluarga kita datang kepada Yesus.

II. TERBUKA UNTUK DIKOREKSI ( 22-23)

Menjadi orang Kristen dalam keluarga kita sendiri menuntut, kesediaan kita untuk dikoreksi.
Barnabas menasehati jemaat di Antiokhia, agar tetap setia kepada Tuhan (23).
Tuhan Yesus selalu mengajar, untuk mengubah pola pikir murid-muridNya. (Matius 16:23)
Rasul Paulus meminta jemaat Roma untuk berubah (Roma 12:1-2)
Keluarga akan BAHAGIA, jika terbuka untuk dikoreksi.

III. ADA KERELAAN SALING MEMBANTU (24-26)

Menjadi orang Kristen dalam keluarga kita sendiri menuntut, kerelaan saling membantu.
ayat 24-26 ada kerjasama yang baik.
Nasehat Tuhan Yesus, agar kita saling mengasihi.
Suami harus mengasihi istri seperti Kristus menhasihi jemaat (Efesus 5:25)
Isteri menjadi penolong bagi suaminya.
Anak-anak harus menjadi sukacita bagi orang tuanya.

KELUARGA : MENANG DARI MASALAH
1 Petrus 3:1-12

Pendahuluan

 Ada banyak hal yang dapat menciptakan masalah dalam keluarga.
 Rasul Paulus dalam suratnya mengungkapkan beberapa diantaranya, yakni:
 Perbedaan pendapat, terlalu mengutamakan perasaan, tak mengasihi, sombong, perbedaan, tidak menjaga lidah.

Berbagai masalah yang mewarnai Keluarga: (lihat chart)

Jika kita menyadari hal-hal yang menciptakan masalah dalam keluarga, maka seharusnya kita dapat mengatasinya.

Bagaimana cara kita keluar dari masalah yang menimpa keluarga kita ?

Ada beberapa jalan keluar yang diberikan Alkitab untuk menangani masalah keluarga menurut 1 Petrus 3:1-12 !

I. MENANGANI MASALAH DENGAN CARA ALLAH, BUKAN CARA MANUSIA (1-7)

 Isteri memiliki cara hidup yang benar di dalam keluarga (ay.1-6)
Tunduk pada suami,dan alami berkatnya (ay.1-2)
Memiliki perhiasan batiniah (ay.3-6).
 Suami memiliki cara hidup yang benar dalam Keluarga (ay.7).
Hidup bijaksana dengan isteri (7a)
Menghormati isteri sbg teman pewaris kasih karunia. (7b)
Doa suami akan dijawab (7c)

II. MENANGANI MASALAH DENGAN TUJUAN KESATUAN, DAN BUKAN PERPECAHAN (8-12)

 Kesatuan adalah kehendak Tuhan (8a)
 Berbelas kasihan satu dengan yang lain (8b)
 Penyayang (ay.8c)
 Rendah hati (ay.8d)
 Tidak membalas kejahatan dgn kejahatan (9)
 Menjaga lidah dari kejahatan (ay.10)
 Melakukan yang baik (ay.11a)
 Senantiasa berdoa (ay.12)

III. Kesimpulan

 Buatlah keluarga kita menjadi TAMAN yang HIDUP dan MENYEGARKAN tempat kita menikmati BERKAT TUHAN.
 Bagaimana CARAnya ?
1. Gunakan cara Allah mengatasi Persoalan.
2. Prioritaskan Kesatuan Keluarga dalam menangani persoalan.

KHOTBAH  XVII: BERTUMBUH DI TENGAH HIMPITAN
Matius 13:24-30

PREOSISI
 Situasi sekarang menjelaskan bahwa kita sedang hidup penuh dengan tantangan.
 Banyak orang menjadi stress dengan semua situasi yang terjadi.
 Bagaimana dengan anak-anak Tuhan?
 Apakah menjadi sama dengan orang yang belum memiliki pengharapan ?
 Kita dituntut untuk terus bertumbuh di tangah-tengah himpitan dunia ini.

I. TUHAN YANG MENETAPKAN KITA HIDUP DI DUNIA INI (24, 27)

 Kita adalah Kerajaan Allah di Bumi (ay.24)
 Baselea (bashlea) seumpama benih yang baik (ay.27)
 Tuhan mau supaya kita menjadi Kerajaan yang terus bertumbuh dengan baik. (26a)
 Bertumbuh secara kwalitas rohani yg mantap.
 Bertumbuh secara kwantitas lebih agresip.

II. HIDUP HARUS MEMENANGKAN PERSAINGAN (25-26 ; 28-29)

 Hidup kita selalu bersaing dengan perkara-perkara dunia ini. (ay. 25)
 Lalang adalah: tantangan, hambatan dlm hidup.
 Musuh adalah Iblis, yg selalu menabur benih pencobaan, tantangan, masalah dlm hidup kita.(ay,25, 28)
 Menurut Tuhan Yesus: lalang jgn dicabut, dan gandum harus memenangkan persaingan.(28)

III. BERTUMBUH TANPA TOLERANSI DENGAN DUNIA (30)

 Bertumbuh sampai pada masa PENUAIAN. (30a)
 Tetap berurusan dengan BERKAT, tapi jangan lupa MENENDANG keluar apa saja yg bukan berasal dari TUHAN.
 Prinsip Kerajaan Allah menjadi faktor penentu bagi pengikut Yesus.
 Setan selalu mengambil keuntungan atas dosa yg kita lakukan, serta memakai jiwa yg terluka dan rusak sabagai titik pembangkit kuasa Iblis.
 Lalang akan dibakar, GANDUM disimpan dlm LUMBUNG

Jangan takut dengan himpitan dunia ini, bertumbuh terus karena awal dan akhirnya TUHAN tetap ada bersama kita.
Maranatha…

KHOTBAH  XVII: KELUARGA YANG MENIKMATI KASIH KARUNIA ALLAH (Ibrani 11:7)

Preposisi
 Setiap keluarga diberi hak untuk menikmati berkat Allah.
 Karena rencana dan kehendak Allah-lah menciptakan keluarga yang
diberkati (Kejadian 2:23-25).
 Dosa telah merusak apa yang TUHAN sudah rancangkan.
 Keluarga Nuh adalah salah satu keluarga mewarisi berkat Allah secara luar
biasa.
 Kita perlu belajar dari kelurga NUH.

Bagaimana menjadi keluarga yang menikmati berkat-berkat Tuhan ?

I. KELUARGA YANG BERANI TAMPIL BEDA (7a)

a. Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Tuhan adalah keluarga yang berani tampil beda dengan dunia ini.
b. Kej.6:5-6 à semua keluarga hidup dalam dosa.
c. Kej.6:8-9 à tetapi keluarga Nuh berani tampil beda.
d. ay. 8, keluarga Nuh mendapat kasih karunia Tuhan.
e. ay.9, * Nuh & keluarga hidup benar
* tak bercela diantara orang zaman itu
* bergaul dengan Allah

II. KELUARGA YANG MEMILIKI INVESTASI IMAN UNTUK MASA DEPAN(7b)

 Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Tuhan adalah keluarga
yang memiliki investasi Iman.
 Allah memberi petunjuk tentang segala sesuatu yang belum kelihatan.(7b)
 Iman adalah investasi yang tidak dapat digugat oleh apapun.
 Nuh (ayah), isteri dan anak-anak harus memiliki investasi iman yang luar
biasa.
 Fokus kepada Allah = mendapatkan apa yang kita butuhkan.

III. KELUARGA YANG TAAT KEPADA ALLAH (7c)

 Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Tuhan adalah yang mau
TAAT kepada perintah Allah.
 Kej.6:13-16 Tuhan berfirman kepada Nuh (perintah ini ringan atau berat ?)
 Kej.6:22 Nuh melakukan semua firman Tuhan. (bukti iman yang luar
biasa!)
 Taat adalah ekspresi iman yang nyata, tanpa taat iman itu tidak ada.
 Dengan TAAT kita sedang mendapatkan berkat-berkat Tuhan. (bdg 7d)

KELUARGA YANG MENIKMATI KASIH KARUNIA ALLAH
Ibrani 11:8-18

Preposisi
 Setiap keluarga diberi hak untuk menikmati berkat Allah.
 Karena rencana dan kehendak Allah-lah menciptakan keluarga yang
diberkati (Kejadian 2:23-25).
 Dosa telah merusak apa yang TUHAN sudah rancangkan.
 Keluarga Nuh adalah salah satu keluarga mewarisi berkat Allah secara luar
biasa.
 Kita perlu belajar dari kelurga NUH.

Bagaimana menjadi keluarga yang menikmati berkat-berkat Tuhan ?
Apa rahasianya?

I. MENAMPILKAN IMAN SEBAGAI KEKUATAN UNTUK MENDAPATKAN BERKAT ALLAH
(ayat 8-10)

Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Allah adalah keluarga yang berani menampil IMAN kepada Tuhan dan manusia.
Iman adalah KETAATAN kepada firman Allah (ay.8)
Iman adalah Menikmati berkat yang Tuhan berikan dengan rasa syukur (ay.9).
Iman adalah KESABARAN menantikan janji-janji Allah (ay.10)

II. MENGGUNAKAN SETIAP KESULITAN SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK
BERTUMBUH DI DALAM TUHAN (ayat. 11-12)

Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Allah adalah keluarga yang menggunakan setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam Tuhan.
Sara punya persoalan yang sangat serius, tapi ia beroleh kekuatan (ay.11a)
Meskipun ada dalam persoalan yang Sara berhasil menggenapi Firman Tuhan (ay.11b-12)
Berkat Tuhan datang jika kita berhasil menghadapi setiap persoalan dengan semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

III. MENGINVESTASIKAN HIDUP UNTUK KEHIDUPAN YANG KEKAL (ay. 13-18)

Keluarga yang berhak menikmati berkat-berkat Allah adalah keluarga yang mau meng-investasikan hidupnya untuk kehidupan yang kekal.
Rela tidak mendapat janji Tuhan di dunia ini, karena tujuan yang utama adalah hidup kekal (ay.13-14)
Tidak mau mundur meskipun ada kesempatan (ay.15)
Allah BANGGA dengan orang-orang seperti ini (ay.16)

HIKMAT YANG MEMBERKATI KELUARGA
Matius 7:15-27

Preposisi

 Tantangan setiap keluarga saat ini sangat komplek.
 Kebutuhan Keluarga yang sangat penting adalah HIKMAT.
 Dengan hikmat, setiap keluarga akan mampu menghadapi setiap kesulitan hidup.
 Kita akan merenungkan apa yang diajarkan Tuhan Yesus.

Hikmat yang bagaimana yang diperlukan setiap keluarga,
agar dapat diberkati ?

I. KELUARGA YANG TIDAK BERSAHABAT DENGAN KEPALSUAN (7:15-23)

Hikmat yang menyelamat keluarga adalah hikmat yang tidak bersahabat dengan kePALSUan.
Waspada “kepalsuan” (ayat 15).
Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik (ayat 17)
Pohon yang tidak baik pasti ditebang (18-19)
Semua dikenal oleh Bapa di sorga (ay 21-23)

II. KELUARGA YANG BERSAHABAT DENGAN FIRMAN TUHAN (24-27)

Hikmat yang menyelamat keluarga adalah hikmat yang bersahabat dengan Firman Tuhan.
Mau mendengar Firman Tuhan (24a)
Mau melakukan Firman Tuhan (24b)
Keluarga yang memperoleh kekuatan (25)

MARI KITA BAWA KELUARGA KITA
UNTUK MEMILIKI HIKMAT YANG MEMBERKATI KELUARGA KITA

Khotbah Natal
YESUS ADALAH PENGHARAPAN DAN KASIH
Filipi 2:1-11

PREPOSISI
Natal adalah anugerah Allah yang sangat besar.
Natal adalah ungkapan syukur karena kasih Tuhan yang sangat besar.
Natal adalah peristiwa bangkitnya Pengharapan dalam diri manusia, bahwa ada Pribadi yang Kekal datang membawa pengharapan yang abadi.
Bagi saudara, apa makna NATAL?
Untuk apa saudara merayakan Natal pada saat ini ?

I. KARENA DALAM YESUS ADA NASEHAT (ayat 1a)
Kita menaruh pengharapan kepada Yesus Kristus, karena dalam Dia ada Nasehat.
para,klhsij evn Cristw/| consolation in Christ,
Kata “nasehat” yang dipakai adalah Paraklesis.
Paraklesis adalah dorongan, penghiburan.
Yesus adalah Penasehat yang Ajaib (Yesaya 9:5)
Jemaat Filipi menaruh harapan kepada Yesus, karena nasehatNya yang menghidupkan.
Bahkan jemaat bersatu karena makin menerima nasehat Kristus.

II. KARENA DALAM YESUS ADA PENGHIBURAN KASIH (ayat 1B)
Kita menaruh pengharapan kepada Yesus Kistus, karena dalam Dia ada Penghiburan Kasih.
paramu,qion avga,phj paramution agapes (comfort from his love)
Kata “Penghiburan Kasih” yang dipakai adalah paramution agapes.
Yesus Kristus adalah Penghibur yang sejati, yang penuh kasih. (Matius 11:28-30)
Jemaat Filipi menaruh pengharapan hanya pada Kristus.

III. KARENA DALAM YESUS ADALAH PERSEKUTUAN ROH (ayat.1C)
Kita menaruh pengharapan kepada Yesus Kistus, karena dalam Dia ada Persekutuan Roh.
koinwni,a pneu,matoj koinonia pneumatos
Kata “persekutuan Roh” yg dipakai adalah koinonia pneumatos (fellowship of the Spirit)
Kita tidak berjalan sendiri karena adalah persekutuan dengan Allah (fellowship, close relationship)
Rasul Paulus merasakan kekuatan ini.
Jemaat Filipi juga merasakan berkat yang luar biasa ini.

IV. KARENA DALAM YESUS ADA KASIH ( ayat 1d)
Kita menaruh pengharapan kepada Yesus Kistus, karena dalam Dia ada KASIH.
splagkna kai. oiktirmoi,( splagkna kai oiktirmoi )
Kata “kasih” yang dipakai adalah affection and mercy
Kasih Yesus melebihi kasih yang lain
Ayat 6-8: Ia mengosongkan diriNya sendiri
mengambil rupa seorang hamba.
taat sampai mati di kayu salib.
Sempurnakan sukacita kita.(ayat 2)
Ada berkat yang luar biasa (ay. 10-11)

Khotbahr Natal 03 desember 2010 GKMI Martubung

REVIVAL GENERATION
Luke 2:8-20

PREPOSISI
Tantangan yang dihadapi Generasi saat ini sangatlah kompleks.(Rm 8: 18,22-23)
Banyak orang harus menelan pil pahit.
Saatnya Generasi kita untuk Bangkit dan menikmati berkat-berkat Allah.(ay. 25)

Dari hal apa saja kita harus Bangkit ?

Lukas 2:8-20
Menjelaskan tentang BANGKIT nya suatu GENERASI, Yaitu para gembala domba Pada malam Kelahiran Yesus Kristus

I. KEHIDUPAN YANG TIDAK PEDULI DENGAN TUHAN

Jika kita ingin dipulihkan dan dapat menikmati janji-janji TUHAN, maka kita harus BANGKIT dari kehidupan yang tidak peduli dengan TUHAN.
Gembala di padang rumbut adalah orang-orang yang tidak peduli dengan Tuhan (hal-hal kerohanian).
Para gembala domba disamakan dengan orang kafir.
Ketidakpedulian kepada TUHAN, hanya membuat kita kehilangan berkatNya.
Ayat 15-16 Para gembala domba BANGKIT dan peduli dengan Tuhan.

II. KEHIDUPAN YANG DUNIAWI

Jika kita ingin dipulihkan dan dapat menikmati janji-janji TUHAN, maka kita harus BANGKIT dari kehidupan yang DUNIAWI.
Gembala domba identik dengan orang yang kasar, terlatih untuk berkelahi.
Seringkali lingkungan kita bekerja sangat mempengaruhi karakter dan sikap kita.
Hidup yang duniawi, akan membuat kita semakin tidak diberkati.
Ayat 20 Para gembala domba BANGKIT dan menjadi pemuji dan penyembah TUHAN.

III. KEHIDUPAN YANG TERISOLASI

Jika kita ingin dipulihkan dan dapat menikmati janji-janji TUHAN, maka kita harus BANGKIT dari kehidupan yang TESISIH.
Gembala domba adalah kelompok orang yang disisihkan secara agamawi dan sosial.
Keadaan dan posisi kita kadang membuat kita tersisi dari banyak hal, dan kita tidak berani berbuat sesuatu.
Ayat 16-18 Para gembala domba BANGKIT, dan hidup dengan semangat baru, sukacita baru.

Merry Christmas
25 Desember 2009
“Bangkitlah, menjadi teranglah sebab terangmu sudah datang,
dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”

KELUARGA YANG BERJALAN BERSAMA TUHAN
Mazmur 127:1-5

PREPOSISI
Keluarga adalah lembaga Allah.
Keluarga adalah milik Allah.
Keluarga akan sukses, jika dibangun dalam rancangan Allah.
Keluarga akan sukses, jika berjalan bersama Allah.

Dalam hal apa saja KELUARGA kita harus berjalan dengan TUHAN ?

I. DALAM MEMBANGUN KELUARGA (1A)
Kita harus berjalan bersama dengan Allah dalam membangun keluarga.
Jika bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.
Keluarga: Nuh, Abraham, Musa, Yosua,dll.
Usaha manusia saja, akan sia-sia.
Bagaimana dengan raja Daud ?

II. DALAM MENJAGA KELUARGA (1b)
Kita harus berjalan bersama dengan Allah dalam MENJAGA Keluarga.
Jika bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Keluarga: Ayub, Yusuf & Maria.
Usaha manusia saja, akan sia-sia.
bagaimana dengan raja Daud ?

III. MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN KELUARGA (3-5)
Kita harus berjalan bersama dengan Allah dalam mempersiapkan masa depan Keluarga.
3. Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu.
Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.
Keluarga: Isai, Yakub, Daniel, dll
Keluarga adalah aset masa depan.

Mari membawa KELUARGA kita berjalan bersama dengan TUHAN maka akan ada KEBAHAGIAAN

Dimanakah terangmu ?
(“MENJADI PENGUBAH”)
(To Be Changer)
Matius 5:13-16
YPIM, Sabtu, 29 Mei 2010

Preposisi

 Zaman sekarang ditandai dengan banyaknya perubahan (tehnologi, ideologi)
 Perubahan tersebut terjadi begitu cepat.
 Tuhan juga menuntut kita untuk berubah ke arah yang baik (bdg Roma 12:1)
 Lebih dari itu TUHAN menginginkan kita menjadi sang PENGUBAH (the changer)

Bagaimana supaya kita dapat menjadi sang PENGUBAH ?

I. MEMILIKI PRINSIP MENJADI PENGARUH BAGI DUNIA (13)

 Prinsip garam: menjadi pengaruh yang luar biasa.
 Ayat 13a adalah kalimat defenit, bukan seperti garam.
 Anak Tuhan jangan sampai hilang pengaruh (ay.13b)
 Kita pasti berhasil menjadi pengaruh karena Kristus Yesus selalu bersama dengan kita.
 Pemulihan terjadi jika ada orang-orang yang mau menjadi pengaruh bagi lingkungannya.
 Menjadi Pengaruh harus menjadi Prinsip yang kuat.

II. BERANI MENAMPILKAN HIDUP YANG MENJADI BERKAT (14-15)

 Kehidupan kekristenan adalah menjadi TERANG.
 Terang mengubah KEGELAPAN jadi TERANG.
 Ilustrasi (14a), terang seperti kota di atas gunung.
 Terang harus ditampilkan (ay.15) à menerangi semua orang.
 Pengaruh yang kita bawa adalah menerangi kegelapan.
 Pemulihan terjadi jika ada orang-orang yang berani menampilkan hidup kesaksian yang benar.
 Menjadi Pengaruh harus berani tampil sebagai berkat bagi lingkungannya.

III. MAMPU MENGHASILKAN PERUBAHAN (16)

 Perubahan bukan hanya suatu kerinduan, tapi menjadi kenyataan/realisasi.
 ay. 16a, karakter seorang pengubah, terangmu bercahaya.
 Ay. 16b, siapa mereka ? …melihat perbuatanmu yang baik…
 Hasil: mereka memuliakan Bapamu di sorga.
 Perubahan terjadi dari dalam diri kita sendiri.
 Sang Pengubah mampu menghasilkan perubahan itu sendiri.

ORANG KRISTEN YANG BERNILAI
LUKAS 7:24-28

Preposisi
• Menilai orang lain adalah sesuatu yang dilarang oleh Tuhan Yesus (Mat. 7:3)
• Karena penilaian adalah haknya Allah, sebagai Hakim yang adil (Yak 2:4).
• Karena Tuhan adalah Hakim, maka biarlah Ia yang menilai setiap kita karena Ia tahu apa yang ada didalam hati kita.
lanjutan
• Dari ayat ini Yohanes dinilai oleh Tuhan Yesus.
• Nilai yang diberikan Tuhan Yesus kepada Yohanes adalah seratus.
• Ada nilai-nilai kehidupan yang dimiliki oleh Yohanes pembaptis yang membuat dia menjadi orang yang bernilai dihadapan TUHAN

Apa yang membuat hidup kita bernilai dihadapan TUHAN ?

I. MENYADARI DAN MEMILIKI ANUGERAH ALLAH

• Sesuatu yang bukan dari kita, tetapi dari Allah adalah anugerah.
• Tidak ada yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan dari sorga.
• Jumlah anugerah yang kita miliki ditetapkan oleh Tuhan (bdg. Mat 25:15)
• Segala sesuatu yang baik dan sempurna datangnya dari Bapa di sorga (bdg Yak.1:17)

II. MENYADARI POSISI DIHADAPAN TUHAN

• Yang membuat Yohanes bernilai seratus adalah karena ia menyadari posisinya dihadapan TUHAN.
• Yohanes menyadari bahwa ia bukan Mesias.
• Kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa TUHAN
• Mengerti posisi kita membuat kita tahu kepada siapa kita berharap.
• Posisi kita adalah menjadi alat bagi pekerjaan TUHAN (ay.28b)

III. MENYADARI TUJUAN HIDUPNYA

• Yohanes bernilai bagi Kristus, karena ia memiliki TUJUAN hidup yang benar.
• Yohanes menyadari bahwa ia hanya pendamping mempelai dan bukan mempelai.
• Tujuan hidup kita bukan mencuri kemuliaan Tuhan, tapi untuk memuliakan TUHAN.(ay.29a)
• Sukacita kita adalah jika kita memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan . (ay.29b)
• Tugas kita ialah membesarkan Nama Tuhan Yesus. (ay.30)

KEKAYAAN ORANG KRISTEN
Efesus 3:1-13

Preposisi
• Apa yang dimaksud dengan kemiskinan?
• Kemiskinan atau kekayaan adalah hal yang relatif.
• Menurut pandangan Alkitab semua orang adalah miskin.
• Jadi yang namanya harta Alkitabiah bukanlah hal materi.

Apa yang menjadi Kekayaan orang Kristen

I. MENJADI AHLI WARIS DARI JANJI KRISTUS YESUS (1-6)

• Orang percaya adalah orang kaya karena menjadi ahli waris dari janji Allah.
• Rasul Paulus hidup dalam banyak persoalan, tapi dia tahu dia adalah orang yang kaya (ay.1)
• Hidup dalam rahasia Tuhan (ay.2)
• Memiliki pengertian akan rahasia Kristus (ay.4)
• Kita dilayakkan menerima janji Allah (6).
• Jadilah ahli waris dari JANJI Kristus Yesus.

II. MENJADI PELAYAN KRISTUS (7)

• Orang percaya adalah orang yang kaya karena kita dipercayakan mengerjakan pekerjaan Allah.
• Mendapat “Anugerah” Tuhan (ay.7a)
• Mendapat “Kuasa” Tuhan (ay.7b)
• Melayani adalah kesempatan yang tidak diberikan manusia, tapi anugerah Tuhan.
• Layanilah Tuhan, maka itu menjadi kekayaan yang tidak pernah hilang.

III. MEMILIKI KEKAYAAN KRISTUS (8-13)

• Orang percaya adalah orang kaya karena mereka memiliki kekayaan Kristus.
• “Hidup Kekal” adalah kekayaan yang tak terduga (ay.8).
• “pelbagai hikmat” (ay.10)
• “Iman” (ay.12)
• “kemuliaan Kristus” (ay.13)
• Milikilah semua Kekayaan Kristus, karena itulah kekayaan abadi.

MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH DALAM KELUARGA
Matius 6:10
GBI – Griya Martubung, 11 April 2010

Preposisi

• Kerajaan Allah adalah sistem dimana Allah memerintah, berkarya dan menyatakan diriNya.
• Dalam rancanganNya, Allah melibatkan manusia dalam sistem Kerajaan Allah.
• Namun setelah manusia jatuh dalam dosa, hakekat Kerajaan Allah menjadi misteri.
• Namun Allah tidak berhenti untuk mewujudkan Kerajaan-Nya di bumi
• Secara khusus dalam Pribadi dan Keluarga kita.

Bagaimana Menghadirkan Kerajaan Allah dalam Keluarga kita ?

I. MEMILIKI HUBUNGAN YANG DALAM DENGAN TUHAN (16-18)

• Untuk menghadirkan Kerajaan Allah dalam keluarga kita, kita harus memiliki dengan Allah. hubungan yang intim
• Iblis ingin mendirikan kerajaannya dalam hidup kita.
• Hal yang pertama disampaikan Tuhan Yesus setelah Doa Bapa kami: DOA PUASA (16-18).
• Perlu adanya ketulusan dan kesungguhan. (ay.16)
• Hal yang perlu DIPERDALAM ialah Hubungan dengan Tuhan.
• Kerajaan Allah hadir kalau kita suka masuk dalam hadirat-Nya.

II. MAU MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH (19-23)

• Untuk menghadirkan Kerajaan Allah, maka kita harus mau membangun Kerajaan tsb.
• Dimana harta kita berada disitulah hati kita.
• Kumpulkan harta di sorga.
• Harta dapat membuat tujuan hidup kita gelap.
• Dengan kita membangun Kerajaan Allah, maka tujuan hidup kita menjadi jelas. (ada visi)
• Hadirkan Kerajaan Allah dalam hidup dan Keluarga kita.
• Stoppress: “jangan bangun kerajaan iblis”

III. MENINGGIKAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA 24)

• Untuk menghadirkan Kerajaan Allah, maka kita harus memprioritas TUHAN di atas segalanya.
• Kita tidak dapat memiliki dua tuan.
• Masalah yang sering terjadi adalah, kita memiliki dua tuan.
• Ayat 24. Mamon Vs TUHAN
• Kerajaan Iblis ditandai dengan: orang semakin fokus pada Mamon.

Thema: “ETOS KERJA”
Sub thema: KARAKTRER WARGA KERAJAAN ALLAH
Filipi 3:17-21
{Fellowship PNS Deli Serdang, 4 Juni 2010}
By, Pdt.H. Simanungkalit, MA

PENDAHULUAN
 Setelah kita menjadi percaya kepada Yesus Kristus, maka kewargaan kita secara rohani adalah warga sorgawi.
 Sebagai warga sorgawi tentu kita memiliki etos Kerja yang berbeda dengan orang lain.
 Sebagai warga sorgawi kita harus memiliki ciri khas yang special.

Apa yang menjadi ciri khas Karakter Warga Sorgawi ?

I. MAMPU MENJADI TELADAN YANG BAIK (ay.17)

• Artinya: Seorang warga sorgawi yang baik, ia harus mampu menunjukkan sifat/karakter sorgawi.
 Ikuti teladanku (ay.17a)
 Perhatikan orang yang hidup sama seperti kami (17b)
 Berhati HAMBA (bdg 1:3-8 ; 2:7)
 Berjiwa PRAJURIT ( Paulus, Timotius [2:19-24], Epafroditus [2:25-30] )

II. MENGIKUTI SISTEM KERAJAAN ALLAH (ay.18-19)

• Artinya: Seorang warga sorgawi, kita harus mau mengikuti Sistem Kerajaan Allah.
 Tidak melawan atau menjadi seteru sistem Kerajaan Allah (ay.18)
 Menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya (ay.19a)
 Memberi pikiran hanya kepada Kristus (ay.19b)

III. BERORIENTASI PADA VISI KERAJAAN ALLAH (ay. 20-21)

• Artinya: Seorang warga sorgawi, kita harus selaras dengan tujuan Kerajaan Allah.
 Hidup dalam Keselamatan yang sudah kita miliki (ay.20)
 Berorientasi/mengarah kepada kemuliaan yang akan datang (ay.21)

Bangunlah KARAKTER Kerajaan Allah
dalam hidup dan Keluarga saudara,
karena besar BERKAT yang didatangkannya

TUJUAN HIDUP YANG DIGERAKKAN
KUASA ROH KUDUS
(Kisah Para Rasul 1:6-11)

Preposisi
• Kuasa Roh Kudus adalah janji Allah yang sudah digenapi (Yoel 2:8-9 bdg KPR 2)
• Kuasa Roh Kudus diberikan supaya umat Tuhan sangat dinamis dalam kerohanian dan pelayanannya.
• Namun realita, kekristenan masa kini ditandai dengan kekeringan/kegersangan kuasa.
• Tujuan hidup umat Tuhan tidak lagi digerakkan oleh dinamika kuasa Roh Kudus.

Bagaimanakah Tujuan Hidup yang Digerakkan oleh Kuasa Roh Kudus ?

I. TUJUAN HIDUP YANG SELALU BERORIENTASI UNTUK MASA DEPAN (ay.6)

• Tujuan hidup yang digerakkan oleh Kuasa Roh Kudus adalah TUJUAN HIDUP yang selalu diarahkan untuk masa depan.
• Hidup yang selalu memikirkan masa depan.
• Hidup yang selalu memikirkan Kerajaan Allah.
• Tujuan Hidup kita menjadi benar, jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus (Petrus, rasul-rasul)

II. TUJUAN HIDUP YANG SELALU INGIN MENGERTI KEHENDAK ALLAH
(ay.7)

• Tujuan Hidup yang digerakkan oleh Kuasa Roh Kudus adalah TUJUAN HIDUP yang selalu ingin mengerti dan melakukan KEHENDAK ALLAH.
• Bukan hanya ingin dimengerti oleh TUHAN, tapi ingin selalu mengerti TUHAN.
• Tujuan Hidup yang diinginkan TUHAN.
• Tujuan Hidup yang mendatangkan BERKAT.
• Tujuan Hidup yang mampu MEMBERKATI.
• Sangat perlu dipenuhi oleh Kuasa Roh Kudus.

III. TUJUAN HIDUP YANG SESUAI DENGAN TUJUAN ALLAH SENDIRI (ay.8)

• Tujuan Hidup yang digerakkan oleh Kuasa adalah TUJUAN HIDUP yang sesuai dengan TUJUAN ALLAH dalam hidup kita.
• …kamu akan menerima kuasa,…
• …menjadi saksiKu…
• Tujuan Allah dalam hidup kita ialah supaya kita dapat membagi hidup kita kepada orang lain.
• Ciri orang yang dipenuhi Kuasa Roh Kudus ialah; kerelaan memberi hidupnya bagi orang lain.

Pastikan anda memiliki Tujuan Hidup yang digerakkan
oleh Kuasa Roh Kudus, maka hidup anda pasti lebih DIBERKATI

HATI NURANI yang MURNI

Kis 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Kunci Kesuksesan Hidup Rasul PAULUS

Christianity is a True Relationship
Hubungan Benar dengan ALLAH dan Hubungan Benar dengan MANUSIA

DAFTAR RESTITUSI
1. Pernah berbohong/ menipu orang lain?
2. Pernah mencuri/ tidak mengembalikan pinjaman?
3. Pernah gosip/fitnah/merusak nama orang lain?
4. Pernah melukai orang lain (kata-kata/ tindakan fisik)?
5. Pernah melakukan percabulan dgn orang lain?
6. Perbuatan merugikan lainnya: memberontak, merusak hidup orang, dll?

TUJUAN HATI NURANI YANG MURNI
Hati Nurani adalah salah satu fungsi roh manusia

1. Membedakan Baik dan Jahat

Ibr 5:14 :
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

TUJUAN HATI NURANI YANG MURNI :

1. Membedakan Baik dan Jahat (Ibr 5:14)
2. Mengalahkan DOSA (I Tim 1:18-19)
3. Meneguhkan KESAKSIAN dalam Pelayanan (Kis 24:16)
4. Hidup SEHAT dan DAMAI SEJAHTERA (Mzm 32:1-4)
5. Menumbuhkan Karakter INTEGRITAS dan TANGGUNG JAWAB

CARA MELATIH INTEGRITAS

1. Hidup dalam PRINSIP yang Benar (RIGHT PRINCIPLES)

LEMBUT TAPI TEGAS (Ef. 4:14-15)
• sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
• tetapi dengan teguh berpegang kepada KEBENARAN di dalam KASIH kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

2 jenis orang yang tidak punya PRINSIP yang BENAR :
Prinsip Sendiri/EGO (Semau gue/ Kaku)
Prinsip Orang Lain/Kompromi (Plin-plan/ Labil)

2. Hidup dalam KESATUAN HATI, PIKIRAN,PERKATAAN & PERBUATAN

A. Jujur/ Tulus/ Apa adanya (HIDUP TANPA TOPENG)
• 1Yoh 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

B. Lakukan apa yang kamu katakan (WALK YOUR TALK)
• Matius 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat

Contoh Pribadi yang memiliki INTEGRITAS dan HATI NURANI YANG MURNI :
 Yusuf di rumah Potifar
 Daniel di istana Babel

3. Hidup Dalam HUBUNGAN Yang Benar

HUBUNGAN lebih penting dari PELAYANAN (Mat. 5:23-24)
• Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
• tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

A. Hidup dengan KASIH AGAPE
Yoh 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Kasih Phileo (Kasih Manusia ada batasnya)

B. Berani membereskan konflik dengan segera

Ef. 4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

C.Berani mengaku salah, minta maaf dan restitusi/ pemberesan

Yak. 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.

PANDUAN RESTITUSI :

 Langsung kepada yang bersangkutan, jangan via orang lain (min. telpon)
 Penggunaan kata-kata yang tepat, jelas, jujur & rendah hati
 Bereskan mulai dari kasus yang paling berat (orang yang memiliki hubungan dekat atau besarnya kerugian yang diderita)
 Dalam Kasus Perzinahan, mohon konsultasi kepada Konselor Keluarga apakah pasangan anda sudah siap menerima pengakuan anda
“Jangan membereskan masalah malah menimbulkan masalah baru”
 Bersiap menerima penolakan (bila orang tsb. belum bisa menerima)

CARA RESTITUSI :

 Mohon ROH KUDUS berbicara kepada HATI NURANI
anda: siapa saja orang yang pernah dirugikan akibat
perkataan/ perbuatan anda & belum pernah dibereskan
 Akui dosa anda & Tuliskan nama mereka dalam daftar
Restitusi ini
 Taat segera & Bereskan setelah RAMCC ini !

 Nats : 1 Petrus 5:1-3
 GAMA : “PELAYANAN YANG BERNILAI TINGGI”
 Kalper : Bagaimana ?
 Poin-poin Utama:
I. PELAYANAN YG DILAKUKAN DGN TANGGUNGJAWAB (1-2)
a. Gembalakanlah kawanan domba (2a)
b. Jangan dengan paksa, tp dgn sukarela (2b)
c. Jangan cari untung, tp dgn pengabdian (2c)
d. Ilustrasi:
II. PELAYANAN YG DILAKUKAN DGN MEMBERI TELADAN (3)
a. Jangan memerintah (3a)
b. Kamu menjadi teladan (3b)
c. Ilustrasi :

 Nats : Matius 6:16-18
 GAMA : “PUASA YANG BERKENAN KEPADA TUHAN”
 Kalper : Bagaimana ?
 Poin-poin Utama:
I. PUASA DENGAN SUKACITA (16)
a. Jangan dengan muram, seperti orang munafik (16a)
b. Kita perlu upah dari Allah (16b)
c. Ilustrasi:

II. PUASA DENGAN MOTIVASI YANG BENAR (17-18)
a. Bukan supaya diketahui orang (17)
b. Hanya untuk memulikan Bapa di Sorga (18)
c. Ilustrasi:

 Nats : Kolose 4:5-6
 GAMA : “POLA HIDUP SEORANG KRISTEN”
 Kalper : Bagaimana ?
 Poin-poin Utama :

I. HIDUP DGN PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG2 LUAR (5a)
a. Penuh Hikmat
b. Orang-orang luar
II. MEMPERGUNAKAN WAKTU YANG ADA (5b)
a. Penatalayanan Waktu
 III. PENUH KESAKSIAN (6)
a. Kata-kata penuh kasih (6a)
b. Jangan hambar (6b)
c. Dapat dipertanggungjawabkan (6c)
 Nats : 1 Petrus 3:13-16
 GAMA : “HIDUP SEORANG KRISTEN”
 Kalper : Bagaimana ?
 Poin-poin Utama:

I. RELA MENDERITA KARENA KEBENARAN (13-14)
a. Mau menderita karena kebenaran (14a)
b. Hal yang bahagia (14b)
c. Sebab itu jangan takut (14c)

II. SIAP SEDIA MEMBERI PERTANGGUNGJAWABAN
TENTANG PENGHARAPAN (15-16)
a. Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu (15a)
b. Siap-sedia… (15b)
c. Harus dengan lemah lembut dan hormat (15c)
d. Dengan hati nurani yang murni (16)

MENGAKHIRI DENGAN BAIK
(FINISHING WELL)
Matius 2:10-12
Preposisi
Nilai perjalanan hidup kita ada pada titik AKHIR-nya.
Ada orang mengawali dengan baik tapi tidak pada akhirnya.(Nuh, Saul, Salomo, Yudas, dll)
Ada yang memulai dengan buruk tapi AKHIRnya BAIK. (Rut, Matius, Zakeus, Paulus
Ada orang mengawali dengan baik dan mengAKHIRi nya dengan BAIK juga.(Daud, Daniel, Petrus, dll)
Lebih mudah untuk memulai dari pada mengAKHIRnya (usaha, RT, Pelayanan, dll)
Lebih besar tanggung jawab mengAKHIRi dari pada memulai.
Bagaimana kita dapat mengakhiri dengan BAIK ?
Untuk mengakhiri dengan BAIK maka sangat perlu kita mempersembahkan hidup kita kepada TUHAN
I. MEMPERSEMBAHKAN KETAATAN
Yusuf mempersembahkan KETAATAN nya kepda Tuhan (Matius 1:24)
Keberhasilan diawali dengan Ketaatan
Keberhasilan dicapai melalui suatu perjalanan /proses yaitu, Ketaatan.
Keberhasilan dicapai dengan garis akhir yaitu Ketaatan.
Start à Proses à Finish = Ketaatan

II. MEMPERSEMBAHKAN TUBUH
Maria mempersembahkan tubuhnya yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah
(Mat 1:20-21)
Roma 12:1 nasehat rasul Paulus.
Banyak kegagalan terjadi karena tidak mau mempersembahkan tubuhnya kepada TUHAN.
Akhir yang baik dicapai jika kita mau memuliakan TUHAN dengan tubuh kita.
Finishing Well with a best gift
III. MEMPERSEMBAHKAN HARTA
Orang Majus mempersembahkan harta mereka kepada TUHAN (Matius 2:11)
Dalam Hukum Tuhan: Banyak memberi = Banyak menerima
Keberhasilan diukur berapa banyak kita sudah berinvestasi/menabur.
Akhir yang BAIK dari perjalanan orang majus ialah mereka mempersembahkan HARTA mereka bagi TUHAN.
IV. MEMPERSEMBAHKAN PUJIAN
Lukas 2:20 Para gembala domba mempersembahkan Pujian dan Penyembahan
kepada TUHAN.
Keberhasilan diukur dengan “apakah kita sudah menyenangkan Hati TUHAN”?
Dan akhir yang baik ialah Jika kita dapat menyenangkan hati TUHAN.
Finishing Well with Praise & Worship to the our Lord
Apa kado anda untuk Tuhan Yesus di Natal ini?

MENCARI TUHAN ADALAH KEBUTUHAN POKOK
Matius 6:25-34
(Acara Retreat Jemaat GBI – P.Sicanang, 1 Juli 2010)

Preposisi
 Mencari Tuhan adalah kebutuhan pokok (Mat. 6:33)
 Jika kita ketemu dengan Tuhan, maka kita menemukan segala kuasa yang kita butuhkan bagi tubuh, jiwa dan roh kita.
 Mengapa kita mencari Tuhan?: Karena hanya Tuhan saja yang member manusia kehidupan (Ams 5:4)
 Ia yang menyediakan segala sarana untuk menopang kehidupan kita (Ibr 1:3).
 Jika kita menyadari hal ini, maka MENCARI TUHAN merupakan hal yang utama dan yang pertama.
 Simak beberapa alas an berikut, mengapa kita mencari Tuhan:

I. KITA MENCARI TUHAN KARENA HAL ITU AKAN MEMBANTU KITA MENGENAL DIA

 Jika kita mengenal Allah, kita akan beribadah kepadaNya.
 Jika kita mengenal Allah, kita akan percaya kepadaNya.
 Jika kita mengenal Allah, Ia akan menyatakan kasih setiaNya kpd kita.
 Jika kita mengenal Tuhan, Ia akan menyatakan kuasaNya dalam meluputkan kita dan membentengi kita. (Maz.9:11)

II. KITA MENCARI ALLAH KARENA DI DALAM DIA ADA KEHIDUPAN.

 Di dalam Allah ada kehidupan yang berkelimpahan (Yoh 10:10)
 Allah adalah sumber kehidupan (Maz. 36:10)
 Di luarAllah, tidak ada kehidupan (Ayub 3:16)
 Allahlah yang memberikan kehidupan kepada segala sesuatu (1 Tim 6:13)

III. KITA MENCARI ALLAH KARENA KESEMPATAN MENCARI DIA ADALAH SEKARANG

 Kesempatan tidak selamanya ada (1 Taw 28:9)
 Semasa hidup adalah kesempatan mencari Tuhan ( 2Kor 6:2)
 Kesempatan digambarkan Alkitab: “selagi masih siang” (Yoh 9:4)

HIDUP BERKEMENANGAN DALAM KRISTUS
( Roma 8:1-8 )
By. Pdt. Hulman Simanungkalit, MA
Ulta STM “Sehati” Medan, 17 Agustus 2010

Preposisi

 Menang secara jasmani, rohani, ekonomi.
 Berkemenangan sering hanya sebagai banyangan saja.
 Allah memberikan KEMENANGAN yang SEJATI.
 Berkemenangan adalah kerinduan semua orang.

Dalam hal apa saja kita harus Hidup BerkeMenangan ?

I. MENANG DARI DOSA (1-2)

• Kemerdekaan yang harus kita alami setiap hari adalah kemenangan dari DOSA.
• Ay.2 Merdeka dari hukum dosa.
• Merdeka dari hukum maut.
• Ay.3 Allah telah menjatuhkan hukuman atas
dosa di dalam daging (Kristus).
• Ay.1 tidak ada lagi penghukuman bagi yang
ada di dalam Kristus.
• Kekristenan adalah Kemerdekaan dari DOSA.

II. HIDUP DALAM DAMAI SEJAHTERA (5-8)

• Kemerdekaan yang harus kita alami setiap hari adalah HIDUP dalam DAMAI SEJAHTERA.
• Punya hubungan baik dengan TUHAN.
• Punya hubungan baik dengan sesama.
• Memberi dan menerima PENGAMPUNAN.
• PENGAMPUNAN adalah hadiah/kado yg mahal.
• PENGAMPUNAN adalah sebuah sertifikat.
• Warning!: ay.8 Waaoooooow….
• Kekristenan adalah PENGAMPUNAN.

JALAN TUHAN TIDAK TERSELAMI
Roma 11:33
YPIM, 18 September 2010, By. Pdt. H. Simanungkalit, MA

Preposisi
Banyak hal yang tidak kita pahami dalam hidup ini.
Termasuk tentang TUHAN, banyak hal yang tidak dapat kita pahami.
Keputusan-keputusanNya, hikmatNya, kekayaanNya dan jalan-jalanNya.
Dan hal ini membuktikan Dia-lah Tuhan.
Mengapa Jalan Tuhan tidak terselami ?

I. DIA BEKERJA MELALUI KEKERASAN HATI MENUJU MAKSUD YANG PENUH KEMURAHAN-NYA (25-28)

Ada rahasia; sesuatu yang dahulu tersembunyi tapi sekarang dinyatakan; terang yang baru yang jatuh pada ketidakpercayaan Yahudi. Dalam ayat 25; penyataan kepada Paulus tentang Gereja seluruh dunia (Yahudi dan non Yahudi menjadi satu tubuh)
Yaitu, pembangunan gereja (tubuh Kristus)
Jika tidak melihat hal ini dengan benar, maka akan menganggap diri pandai (kebanggaan atas kebijaksanaan mereka sendiri, v.25a).
Menjadi tegar hati (v.25b). Yun. Porosis, dari poros=batu; tertutup dengan kekerasan”, keadaan moril yang mendatangkan keselamatan seperti yang ditentukan Allah (v.26-27)
Kata “semua” dlm v.26, 32 ; adalah orang Yahudi yang tidak percaya dan orang tidak Yahudi yang tidak percaya, diselamatkan oleh karena percaya kepada Kristus.

II. ALLAH SELALU MENUNJUKKAN KASIH KARUNIA-NYA DALAM KEGAGALAN UMAT-NYA (29-32)

 Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya. Allah tidak pernah berubah atau gagal dalam maksudNya. (bdg v. 28)
 Dihadapan Allah baik Yahudi maupun non Yahudi adalah tidak taat, tapi dalam hal inipun Allah mau memberikan belas kasihanNya. (v. 32)
 Diluar belas kasihan Allah tidak ada pengharapan.

III. ALLAH YANG MENUNJUKKAN DOSA DAN KETIDAKPERCAYAAN MENJADIKAN KEBAIKAN (33-36)

Paulus telah membenarkan keadilan dan murah hati Allah dalam penolakan atas Yahudi dan pemilihan orang bukan Yahudi berdasarkan maksud Allah yang murah hati.
Paulus menutup pasal 11 ini dengan Pujian dari Yesaya 40:13; 55:8
Ketentuan-ketentuan Allah yang kekal terlalu tinggi untuk dimengerti manusia, tapi semuanya itu bijaksana dan baik.
Perbuatan-perbuatan Allah adalah rahasia yang mahabesar. PerbuatanNya memberikan Keselamatan, tapi caranya mengherankan.
Memang pada akhirnya Allah tidak dapat diselidiki, tidak dapat dimengerti. Segala sesuatu mulai dari Dia, melanjutkan adanya karena DIa, dan menerima kegenapan bagi Dia.

MENINGGIKAN TUHAN adalah RAHASIA HIDUP YANG DIBERKATI
(2 Korintus 3:1-18) –
Chapel SBM 24 Nov 2010

2 Korintus 3:18
• Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Preposisi : Manusia diciptakan segambar dengan Allah.
 Gambar Allah dalam diri manusia adalah suatu kemampuan untuk meninggikan Allah.
 Karena DOSA kemampuan itu rusak.
 Namun Allah tetap ingin MEMULIHKAN gambar Allah yang ada dalam diri kita
 TujuanNYA: Supaya kita mampu Meninggikan TUHAN.
 Kita harus semakin serupa dengan gambar Allah.

Bagaimana memulihkan gambar Allah dalam diri kita ?

2 Korintus 3:3-4
• Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
• Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.

I. HIDUP SEBAGAI SURAT KRISTUS (1-4)
 Gambar Allah dapat dipulihkan dalam diri kita jika kita mau hidup sebagai surat Kristus.
 Jemaat yang teruji, dikenal dan dibaca semua orang (1-2)
 KJV: Forasmuch as ye are manifestly declared to be the epistle of Christ.(ay.4)
 BIS: Saudara merupakan surat yang ditulis Kristus, yang dikirim melalui kami.
 Ditulis dari Roh Allah yg hidup (ay.3b)
 Ditulis pada loh hati manusia (ay.3c)
 Kita akan mampu meninggikan TUHAN, jika sudah menjadi surat Kristus.

2 Korintus 3:5-6,16
5.Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
6.Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
16.Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

II. HIDUP MENGANDALKAN TUHAN (5-16)
 Gambar Allah dapat dipulihkan dalam diri kita jika kita hidup mengandalkan Tuhan.
 Semua adalah pekerjaan Tuhan (ay.5)
 Tuhan yang menyanggupkan (ay.6) KJV: our sufficiency is of God; GNT:i`kano,thj, htoj, h` fitness, capability, qualification .
• Tidak mengandalkan yang hukum yang lama (7-15)
• Perlu berbalik kepada Tuhan (ay.16)
• Kita mampu meninggikan Tuhan, jika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

2 Korintus 3:17-18
• Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
• Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

III. HIDUP DALAM KEMERDEKAAN (17-18)
• Gambar Allah dapat dipulihkan dalam diri kita jika kita hidup dalam kemerdekaan Kristus.
• Hidup oleh Roh (ay.17) KJV: Now the Lord is that Spirit: and where the Spirit of the Lord is, there is liberty. GNT: evleuqeri,a, aj, h` freedom, liberty
• Kita diubah menjadi serupa dengan gambar Kristus (ay.18b)
• Kemuliaan yang semakin besar (ay.18c)
• Kita mampu meninggikan Tuhan, jika kita hidup dalam kemerdekaan Kristus.

LINGHTING for the YOUTH GENERATION
Matius 5:16

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Preposisi
Nilai hidup kita terletak pada “siapa kita”?
Semua orang ingin hidupnya diberkati !
Tetapi, keadaan sering memaksa orang lupa pada identitas dan hakekatnya.
Kehendak Allah ialah: “Saudara Hidup menjadi terang bagi banyak orang”

Bagaimana kita dapat menjadi terang bagi banyak orang ?
Untuk menjadi terang maka harus mempersembahkan hidup kita kepada TUHAN

I. MEMPERSEMBAHKAN KETAATAN (Matius 1:24)

Yusuf mempersembahkan KETAATAN nya kepada Tuhan (Matius 1:24)
Start. Hidup Berkelimpahan diawali dengan Ketaatan kepada Firman Tuhan.
Jalan.Keberhasilan dicapai melalui suatu perjalanan /proses yaitu, Ketaatan.
Finish. Keberhasilan dicapai dengan garis akhir yaitu Ketaatan.

II. MEMPERSEMBAHKAN TUBUH

Maria mempersembahkan tubuhnya yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah (Mat 1:20-21)
Roma 12:1 nasehat rasul Paulus.
Banyak kegagalan terjadi karena tidak mau mempersembahkan tubuhnya kepada TUHAN.
Hidup berkelimpahan kita alami jika kita mau memuliakan TUHAN dengan tubuh kita.

III. MEMPERSEMBAHKAN HARTA

Orang Majus mempersembahkan harta mereka kepada TUHAN (Matius 2:11)
Dalam Hukum Tuhan: Banyak memberi = Banyak menerima
Keberhasilan diukur berapa banyak kita sudah berinvestasi/menabur.
Perjalanan orang majus diakhiri dengan mempersembahkan HARTA mereka bagi TUHAN.

IV. MEMPERSEMBAHKAN PUJIAN

Lukas 2:20 Para gembala domba mempersembahkan Pujian dan Penyembahan kepada TUHAN.
Keberhasilan diukur dengan “apakah kita sudah menyenangkan Hati TUHAN”?
Dan Hidup Berkelimphan kita peroleh pada saat kita dapat menyenangkan hati TUHAN.
Have abundantly life with Praise & Worship to the our Lord

Apa kado anda untuk Tuhan Yesus di Natal ini?

KeBAHAGIAAN YANG BERSUMBER DARI KEBENARAN
Mazmur 1:1-6

Menurut saudara apa itu “Bahagia” ?

• Saat ini banyak orang berpendapat bahwa “berbahagia” berarti mempunyai banyak harta dan uang.
• “Berbahagia” tidak jarang diberi arti yang dangkal, yakni merasa senang dan nyaman.
• Dalam kitab Mazmur dan kitab-kitab lain, ‘diberkati’ atau ‘berbahagia’ berarti menerima anugerah TUHAN dan melakukan apa yang dikehendaki TUHAN.

Bagaimana supaya kita mendapatkan bahagia tersebut ?
Mazmur 1:1-2

Truth – 1 :
TERHUBUNG SELALU DENGAN TUHAN

• Pemazmur sering ditimpa kesusahan, tapi tetap dapat berbahagia.
• Bahkan Mazmur sering berisi doa permohonan karena ditindas, ditentang oleh musuh, dililit oleh berbagai kesukaran, namun tetap berbahagia.
• Karena percaya Allah memberkati dan melindungi orang yang berlindung kepadaNya (Bdg Mazmur 2:12b)

Praktisnya:
• Lebih suka nasehat TUHAN daripada manusia (1a)
• Lebih suka kebenaran daripada dosa (1b)
• Lebih suka bersekutu dengan anak-anak TUHAN daripada dengan pencemooh (1c)

Truth – 2:
BERAKAR BERTUMBUH & BERBUAH DALAM TUHAN
Mazmur 1:3

• Akibat selalu terhubung dengan TUHAN adalah BERTUMBUH – BERARKAR – BERBUAH.
• Pemeliharaan TUHAN ada pada orang yang MENAATI TUHAN dengan penuh sukacita.
• Kepada orang yang MENELADANI TUHAN dalam semua hal yang mereka lakukan.
• Apapun situasi (ayat 3) pohon selalu berbuah.

Kontra : Orang fasik (ayat 4-6)

• Seperti sekam yang ditiup angin.
• Tidak tahan dalam penghakiman.
• Jalannya menuju kebinasaan.

Kebenaran Pasti memberi KEBAHAGIAAN

WBI Kotamadya Medan, 16 Maret 2011

PERCAYA: SYARAT MELIHAT KEMULIAAN ALLAH
(Yohanes 11)
Pos PI UNIMED 20 Maret 2011

Yoh 11:4, 40

Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “ Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”
Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

PERCAYA APA?

I. PERCAYA BAHWA KESULITAN ADALAH KESEMPATAN BELAJAR PERCAYA ( Yoh 11:15)

“…tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya.”

II. PERCAYA BAHWA KESULITAN ADALAH KESEMPATAN MELIHAT YESUS TERLIBAT
(Yoh 11:33-34)

“33 …..maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” 35 Maka menangislah Yesus.”

III. PERCAYA BAHWA KESULITAN ADALAH KESEMPATAN KITA TERLIBAT (Yoh 11:39, 44)

39 “… Kata Yesus: “Angkat batu itu!”
44 “… Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

IV. PERCAYA BAHWA PERCAYA = TAAT (Yoh 11:40)

Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

TETAP BERBUAH MESKIPUN DITERPA KEKUATIRAN
(Mamzur 13:1-6)
By. Pdt. Hulman Simanungkalit, M.Th

Introduksi
 Pastilah kita pernah merasa kuatir.
 Kita mulai komplein kepada Tuhan.
 Kita mulai menyalakan orang lain.

Masalah : “MASIH BERTUMBUHKAH IMAN KITA DALAM SITUASI SEPERTI ITU”?

KEKUATIRAN #1: Mazmur 13:2

 Daud dalam masalah yang sangat besar
 Keluarga, pekerjaan, dan pribadinya.
 Ay.2a “Berapa lama lagi, ya TUHAN … ?
 Seolah-olah TUHAN menyembunyikan wajahNya (2b)
 Nabi Yesaya juga pernah berkata

Yesaya 49:14 :
Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.“
Yesaya 40:27 :
Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel:
“Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

KEKUATIRAN #2: Mazmur 13:3
 Masalah yang besar membuat Daud menjadi kuatir (ay. 3a)
 Sampai “musuh” mengambil keuntungan dari situasi tersebut. (ay. 3b)

Meskipun diterpa kekuatiran, Daud tetap bertumbuh dan berbuah di dalam TUHAN

Bagaimana Daud dapat Berbuah dalam Kondisi yang sangat sulit itu ?

BUAH #1 : MEMILIKI KEINGINAN UNTUK TETAP KUAT (13:4-5)

 Tetap merindukan jawaban TUHAN (4a)
 Ingin tetap hidup dan melihat jawaban TUHAN (4b)
 Tidak mau goyah (5), agar musuh tidak senang

BUAH #2 : TETAP PERCAYA KEPADA KESETIAANTUHAN (13:6)

 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya.
 Di tengah kekuatiran, kita masih percaya akan kesetiaan Tuhan.
 Ini adalah doa Daud.
 Tapi ini juga adalah suatu bukti yang nyata dalam kehidupan Daud setiap hari.

BUAH #3 : TETAP MAU MEMULIAKAN TUHAN(13:6b)

 Bersorak-sorai karena Keselamatan-Mu.
 Bernyanyi karena TUHAN itu BAIK.
 Di tengah-tengah kekuatiran karena beratnya masalah, namun tetap memuliakan TUHAN.

How about you ?

About gbicng

Hidup adalah menghasilkan buah bagi Kristus.

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: